Batik Lumbung
Sejarah
Batik Lumbung terinspirasi dari lumbung padi — bangunan penyimpan padi tradisional yang menjadi simbol kemakmuran dan ketahanan pangan masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lumbung juga merupakan ikon yang terpampang dalam lambang daerah NTB.
Filosofi & Makna
Lumbung melambangkan kemakmuran, ketahanan pangan, dan sistem gotong royong masyarakat Lombok yang telah berlangsung turun-temurun. Filosofinya mengajarkan pentingnya menyimpan hasil kerja keras untuk masa depan dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Karakteristik Visual
Menampilkan stilisasi arsitektur lumbung tradisional Lombok dengan atap jerami yang khas, dipadukan dengan motif padi, bunga kemangi, dan ornamen tradisional Sasak (suku asli Lombok).
Warna & Maknanya
Kuning Emas, Coklat, Hijau, Merah, Hitam
Kuning/emas melambangkan padi yang menguning dan kemakmuran yang melimpah; coklat melambangkan tanah Lombok dan bangunan lumbung; hijau melambangkan kesuburan sawah Lombok.
Cara Pembuatan
Menggunakan teknik batik dengan motif yang diadaptasi dari seni tenun Sasak dan arsitektur tradisional NTB. Pewarnaan menggunakan warna-warna cerah khas NTB.
Penggunaan & Acara
Busana casual dan semi-formal, souvenir khas NTB/Lombok, festival budaya Sasak, promosi pariwisata.
Tingkat Ketersediaan
Umum digunakanReferensi & Sumber
Goris, R. (1960). The Position of the Blacksmiths. Leiden: KITLV; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB (2020). Batik Lumbung Lombok.