Eksplorasi Jawa Batik Parang Rusak

Batik Parang Rusak

Yogyakarta, DI Yogyakarta · Jawa
Batik Tulis Digunakan pada lingkungan keraton Coklat Sogan, Hitam, Krem, Putih
Batik Parang Rusak
Batik Cap
Rp150,000 – Rp600,000
Batik Tulis
Rp2,000,000 – Rp7,000,000

Sejarah

Parang Rusak adalah motif batik tertua dan paling sakral di Yogyakarta, dikaitkan dengan penciptaan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17. Secara historis, motif ini hanya boleh dikenakan oleh Sultan dan keluarga terdekatnya.

Filosofi & Makna

Parang berasal dari kata "pereng" (lereng) dan Rusak menggambarkan semangat yang tidak pernah berhenti. Seperti ombak laut yang terus bergerak tanpa henti, motif ini melambangkan semangat juang, keteguhan hati, dan kekuatan yang berkelanjutan dalam menghadapi cobaan.

Karakteristik Visual

Berbentuk diagonal menyerupai huruf S yang saling terhubung dalam deretan berulang dari kiri atas ke kanan bawah. Garis-garis kuat dan tegas menciptakan komposisi yang dinamis dan bertenaga.

Warna & Maknanya

WARNA DOMINAN

Coklat Sogan, Hitam, Krem, Putih

MAKNA WARNA

Coklat sogan melambangkan kematangan dan kebijaksanaan pemimpin; hitam melambangkan keteguhan dan keberanian; krem melambangkan kejernihan pikiran.

Cara Pembuatan

Batik tulis dengan tingkat kesulitan sangat tinggi. Garis diagonal yang konsisten dan simetris memerlukan keahlian pembatik tingkat master. Pewarnaan soga tradisional dari tumbuhan soga tingi.

Penggunaan & Acara

KAPAN DIGUNAKAN

Upacara keraton, pernikahan adat Jawa tingkat tinggi, acara resmi kenegaraan.

COCOK UNTUK
Upacara Keraton Pernikahan Adat Jawa Acara Kenegaraan

Tingkat Ketersediaan

Digunakan pada lingkungan keraton

Referensi & Sumber

Doellah, H.S. (2002). Batik: The Impact of Time and Environment. Surakarta: Danar Hadi; Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (2016). Batik Keraton Yogyakarta.

Motif Lain dari Jawa